Pages

10 Jun 2013

Apakah Anda Seorang Investor yang Pintar ?


Ungkapan yang perlu anda Renungkan : Anda harus mengenal Market anda. Namun ketika sampai pada intelejen market sebenarnya, banyak sekali trader yang melakukannya dengan tidak tepat. Beberapa luput pada gambaran besarnya akibat terlalu fokus pada hal-hal rutinitas, atau membatasi studinya hanya pada transaksi harian serta pergerakan hectic yang biasa, peluangnya terbatas karena berita sudah langsung terserap dalam pergerakan harga.

Ada juga pelaku pasar yang memiliki problem kebalikannya : mereka kurang memperhatikan berbagai laporan ekonomi yang dirilis harian sehingga mereka kehilangan banyak peluang  market didepan mata. Nilai tukar mata uang atau nilai saham tidak hanya sekedar simbol ticker atau kedipan elektronik dilayar monitor, nilai saham/mata uang tersebut adalah suatu kepentingan kepemilikan dalam bisnis aktual, dan bisnis itu memiliki nilai fundamental yang tidak bergantung pada harga saham/mata uangnya. Usaha yang minimal untuk melihat peluang dimarket akan menghasilkan resiko kehilangan klien yang lari keperusahaan yang memiliki data lebih baik.

Dengan menunjukkan pemahaman lebih baik terhadap market secara keseluruhan dengan kontras dapat mendorong keberanian keputusan pembelian klien anda serta akan menghasilkan image pelayanan secara maksimal.

Bagaimana seorang trader atau suatu perusahaan mendapatkan informasi yang lebih baik untuk menghasilkan keputusan yang smart dan memperoleh laba ? Mereka harus menggabungkan kekuatan intelektual serta penalaran yang dalam dan pengalaman yang sangat luas.

Secara teknis, prinsip yang cocok untuk diterapkan pada hampir seluruh pasar modal maupun pasar uang adalah bahwa seorang trader harus melalui tindakan, melalui analisis menyeluruh, menjanjikan keamanan dana pokok dan memberikan return (keuntungan/pengembalian) yang memadai.

Gambaran komprehensif terhadap tindakan investasi yang tepat terdiri dari 3 elemen, yakni : 

  1. Anda harus menganalisis sebuah perusahaan/negara secara menyeluruh, serta kokoh atau tidaknya pondasi bisnisnya, sebelum anda membeli sahamnya/mata uangnya; 
  2. Anda harus mengambil tindakan untuk melindungi diri anda dari kerugian besar; 
  3. Anda harus memasang target untuk mencapai kinerja yang “lumayan”, bukan yang luar biasa. Sementara tindakan yang tidak memenuhi persyaratan ini berarti tindakan spekulatif.

Perhatikan bahwa seorang investor memperhitungkan “harga pasar menggunakan standar-standar nilai yang telah ada,” sedangkan spekulator “mendasarkan standar nilai mereka sendiri pada harga pasar”. Bagi seorang spekulator, aliran harga saham/mata uang yang terus menerus bagaikan oksigen, jika terhenti maka ia akan mati. Bagi seorang investor, apa yang disebut sebagai harga/nilai pasar tidaklah begitu penting. Pada sisi lain, investasi pasar modal/uang adalah jenis bisnis yang unik, disini anda tidak akan bisa rugi pada akhirnya, selama anda selalu bermain dalam aturan yang menempatkan semua kemungkinan bagi keuntungan anda.

Terdapat bukti bahwa IQ tinggi dan pendidikan tinggi tidak cukup untuk membuat seorang investor menjadi pintar. Pada 1998, Long Term Capital Management (LTCM), sebuah perusahaan hedge fund yang dikelola oleh sepasukan ahli matematika, ilmuwan komputer, dan dua ekonom pemenang hadiah Nobel, kehilangan lebih dari $2 milyar dalam hitungan minggu dalam sebuah pertaruhan besar bahwa pasar obligasi akan kembali normal. Namun pasar obligasi semakin dan semakin abnormal – dan LTCM telah meminjam begitu banyak uang sehingga kejatuhannya hampir menjungkirbalikkan sistem keuangan global. Kembali ke musim semi tahun 1720, Sir Isaac Newton memiliki saham South Sea Company, saham yang paling hot di Inggris. Begitu melihat gejala pasar mulai tidak terkendali, sang fisikawan besar menggerutu bahwa “ia bisa menghitung gerakan benda-benda di langit, tetapi ia tidak bisa mengalkulasi kegilaan orang”. Newton melepas saham South Sea-nya mengantongi 100% keuntungan sebesar £7,000.

Namun, hanya beberapa bulan kemudian, terbawa arus antusiasme pasar yang luar biasa, Newton terjun kembali ke dalam pasar ketika harga sudah jauh lebih tinggi-dan malah rugi £20,000 (atau lebih dari $3 juta dalam uang sekarang). Sampai akhir hidupnya, ia melarang siapa pun untuk menyebut kata “South Sea” di dekatnya. Singkatnya, jika anda gagal berinvestasi sejauh itu, bukan karena anda bodoh. Itu karena, seperti Sir Isaac Newton, anda belum mengembangkan disiplin emosi yang dibutuhkan untuk bisa melakukan investasi yang berhasil.


Pondasi yang anda butuhkan untuk meningkatkan kecerdasan anda adalah dengan mengekang emosi anda dan menolak untuk mengikuti level kegilaan pasar. Untuk menjadi seorang investor pintar lebih merupakan persoalan “karakter” ketimbang “otak”.  Kita bisa gunakan metafora Tuan Pasar (Mr. Market) untuk menjelaskan bagaimana saham dapat menjadi salah harga (mispriced). Tuan Pasar kadang gila kambuhan tidak selalu menilai suatu harga saham/mata uang dengan cara yang sama seperti appraiser (penaksir) harga dengan nilai sebenarnya. Alih-alih, ketika saham naik, ia dengan gembira membeli dengan harga lebih tinggi daripada nilai objektifnya, dan ketika harga menurun, ia buru-buru membuangnya dengan harga yang lebih rendah ketimbang nilai sebenarnya.

Apakah Tuan Pasar masih ada ? apakah ia masih bersifat kepribadian ganda? Pada 18 September 2007, Tuan Pasar menjerit kegirangan, The Fed memangkas suku bunga 50 basis poin dari 5.25% ke 4.75%, sehingga indeks Dow Jones mengalami peningkatan fenomenal menembus titik tertinggi pada 11 october 2007, dengan peningkatan seperti itu seolah pasti akan makin jauh lebih tinggi lagi harganya. Namun dalam kisah cinta membaranya dengan indeks Dow Jones Tuan Pasar luput memperhatikan satu hal dalam kondisi bisnis ini. Perusahaan finansial besar telah kehilangan uang sangat banyak $400bn, terkait kasus gagal bayar hipotek (subprime mortgage), sepanjang sejarah perusahaan, downgrade asset paper ribuan jumlahnya, sehingga indeks dow jones-ukuran luas atas kinerja saham AS- sebenarnya tidak memperoleh laba selama 2007. Kemudian, Tuan Pasar menemui kolaps mendadak yang sangat menakutkan, hanya empat bulan setelah menembus rekor tertinggi 14,246 saham Dow Jones ditutup dengan harga 11,588. Apakah bisnis Dow Jones telah kering? Sama sekali tidak; Tuan Pasar tak punya alasan yang lebih bagus dalam kemarahannya ketimbang dalam kegembiraannya.

Jadi apa yang berubah? Hanya mood Tuan Pasar. Akankah anda membiarkan orang yang telah dinyatakan gila secara medis dan hukum datang ke anda paling sedikit lima kali seminggu hanya untuk mengatakan bahwa anda harus merasakan persis apa yang ia rasakan? Akankah anda bergembira hanya karena ia juga sedang bergembira – atau merasa sengsara hanya karena menurutnya anda harus sengsara? Tentu saja tidak. Anda akan mempertahankan hak anda untuk mengendalikan kehidupan emosional anda sendiri, berdasarkan pengalaman dan keyakinan anda. Berpikirlah untuk diri sendiri daripada mengekori Tuan Pasar.

Investor pintar tidak sepenuhnya mengabaikan Tuan Pasar. Alih-alih, anda harus berbisnis dengannya, namun hanya sepanjang ia memenuhi kebutuhan anda. Tugas tuan pasar adalah memberikan anda harga, tugas anda adalah memutuskan apakah anda akan memperoleh keuntungan bila menindaklanjuti harga itu. Anda jangan bertransaksi dengannya hanya karena ia terus menerus memohon kepada anda. Dengan menolak menjadikan Tuan Pasar majikan, Anda mengubahnya menjadi pelayan anda. Sebaiknya kita jangan terpaku pada besaran kasar dari penurunan pasar dan lupa menghitung penurunan tersebut secara proporsional. Jadi, jika seorang reporter TV berteriak, “Pasar sedang meluncur turun-DollarYen merosot 100 poin!” sebagian besar orang secara refleks akan gemetar. Namun pada level $Yen sekarang yang 107.27, penurunan tersebut hanya 1.2%.

Sekarang coba anda pikirkan betapa konyolnya hal itu akan terdengar jika, pada suatu hari ketika suhu di luar 35 derajat, pembaca ramalan cuaca di TV berkata,”Suhu udara meluncur turun – dari 35 derajat menjadi 34,5 derajat!” Ini pun hanya penurunan 1.2%. Ketika anda lupa melihat perubahan harga pasar dalam bentuk persentase, maka akan mudah untuk panik hanya karena hal kecil. Jika anda mempunyai beberapa dekade investasi terbentang di depan anda, pelajarilah cara yang lebih baik untuk menginterpretasi suatu berita.

0 comments: